TAN MALAKA & JIRAIYA YANG BERNASIB SAMA
Ada beberapa hal menarik yang bisa kita bahas antara dua tokoh yang mempunyai kehidupan di dunia berbeda. Saya yakin para aktivis sudah kenal siapa Tan Malaka, yang sering dibuat topeng para aktivis yang berstatus jomblo. Dengan alasan mengikuti jejak Bapak Jomblo Revolusioner, padahal mereka tidak revolusioner babarblass, lha wong baca buku aja males-malesan. Namun tidak semuanya kenal dengan Jiraiya tokoh fiksi di serial anime Naruto. Kecuali mereka penggemar Anime Naruto saya yakin sangat kenal dengan sosok tokoh yang bernama Jiraiya. Termasuk saya sendiri penggemar anime Naruto.
Disini kita tak perlu memperdebatkan siapa yang kenal dengan mereka. Saya antara yakin dan tidak yakin tulisan ini menarik bagi pembaca yang jomblo, wqwqwq. Karena disini saya akan mengurai nasib dua tokoh yang mempunyai kehidupan di dunia berbeda, Tan Malaka dan Jiraiya. Antara Tan Malaka dan Jiraiya memiliki banyak kesamaan.
Pertama, kisah cinta yang kandas. Sebuah kisah yang berkembang Tan Malaka pada masa remajanya jatuh cinta pada Syarifah Nawawi, gadis cantik teman sekelasnya di Kweekschool, Bukittinggi. Namun cintanya kandas saat Tan Malaka yang memiliki nama kecil Ibrahim dihadapkan terhadaap dua pilihan: menolak dinobatkan sebagai Datuk atau menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Ia pun memilih pada pilihan pertama. Tak lama pasca penobatan dan melanjutkan sekolah ke Belanda. Jelas ia berpisah dengan pujaan hatinya Syarifah Nawawi. Lama tak berhubungan gadis pujaannya pun dilamar oleh Bupati Cianjur RAA Wiranatakusumah. Pernikahan mereka berakhir pada perceraian. Sejak kandasnya kisah cintanya dengan Syarifah, Tan memang hidup sendiri. Namun Tan Malaka juga sempat menjalin hubungan dengan beberapa perempuan lintas negara. Walaupun pada akhirnya kandas juga. Setidaknya Tan Malaka berpengalaman dalam kisah cintanya dengan perempuan lintas negara. Beda dengan kalian para jomblo, mendapatkan perempuan yang satu kampus bahkan satu jurusan saja tidak becus!
Nahh, Jiraiya pun juga begitu. Kisah cintanya juga tak pernah kesampaian, sama dengan kalian mblo. Kisah cintanya di serial anime Naruto tak begitu rinci dibahas. Namun di suatu episode Jiraiya pernah mengatakan bahwa ia mencintai Tsunade, hokage ke 5 yang mana ia pernah satu tim bareng dengan Orochimaru. Kebiasaan buruk Jiraiya adalah mengintip perempuan pujaannya, Tsunade. Bahkan Tsunade pernah mematahkan dua tangan Jiraiya saat ia muda. Namun itu tak mensurutkan cintanya kepada Tsunade. Suatu saat Jiraiya mengungkapkan tentang perasaanya ke Tsunade, bahwa Jiraiya mencintainya. Namun Tsunade menolaknya, dengan alasan bahwa Jiraiya sudah dianggap seperti saudaranya sendiri lebih tepatnya dianggap sebagai kakaknya. Njirr, persis kisah cintamu mblo, dianggap sebatas adik-kakak.
Kedua, penulis visioner. Tan Malaka sendiri mempunyai julukan Bapak Republik, ia mendapatkan julukan tersebut karena gagasan-gagasannya yang dituangkan dalam tulisan-tulisan. Salah satunya adalah Naar De Republik buku ini menggambarkan cita-cita republik yang kelak benar-benar merdeka.
Sedangkan Jiraiya, menulis novel yang menggambarkan akan datang masa dimana dunia shinobi hidup berdampingan dalam kedamaian. Dunia itu dicapai oleh seorang pahlawan shinobi yang menjadi muridnya. Kita sendiri gimana ? nulis bisa dimuat dirubrik mojok saja alhamdulillah, wqwqwq.
Ketiga, menolak menjadi pemimpin. Tan Malaka pernah ditawari oleh Sutan Syahrir untuk menjadi ketua Partai Sosialis Indonesia. Namun ia menolak dengan alasan bahwa Syahrir seorang Sosial Demokrat yang terkadang kompromi dengan kapitalisme, Tan Malaka menyebut Syahrir sebagai borjuis kecil.
Jiraiya sendiri pernah ditawari untuk menjadi hokage sebagai pengganti Minato Namikaze hokage ke4 yang juga bapaknya si Naruto. Namun ia menolak, malah mengajukan Tsunade sang pujaan hatinya. Jiraiya merasa ia tak pantas untuk memimpin konohagakure. Beda zaman sekarang di Indonesia, pemilu untuk memilih presiden saja gegernya minta ampun, sampe-sampe bawa isu agama. Menjatuhkan satu sama lain.
Keempat, mati ditangan orang terdekatnya. Kisah tragis bagi Tan Malaka dan Jiraiya, nyawa hilang ditangan orang terdekat. Tan Malaka yang pikirannya selalu memikirkan Republik ini bagaimana masa depannya. Ia mempunyai konsep besar tentang Republik ini, Tan Malaka mempunyai jasa besar republik. Dialah yang mencetuskan istilah Republik jauh sebelum Soekarno dan Hatta maupun yang lainnya. Namun takdir mengatakan lain ia mati ditangan bangsanya sendiri lewat senapan yang dipelatukan oleh pasukan Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur.
Ditangan murid yang dididik bertahun-tahun Jiraiya dijemput ajalnya. Murid yang bernama Nagato berambut merah mempunyai mata rinnegan, salah satu mata terkuat di serial anime Naruto. Nagato mengendalikan 6 pain yang membunuh Jiraiya. Saat ia keluar dari persembunyiannya.
Kelima, status jomblo revolusioner. Bagian terakhir dari coretan saya, dari sekian banyak yang dituliskan diatas terutama sudah disinggung bagian pertama. Mengenai kisah cinta yang kandas. Tan Malaka yang selalu menjadi topeng oleh sebagian aktivis yang berstatus jomblo karena kejombloannya yang revolusioner. Pernah ada anekdot Tan Malaka menjadi sangat benci pada imprealisme dan kapitalisme gara-gara kegagalan cintanya terhadap Syarifah Nawawi yang tak berujung pelaminan. Sekaligus mengobarkan semangat perlawanannya terhadap penjajahan Belanda. Sudah kalian tidak usah berlindung dibalik status jomblo revolusonernya Tan Malaka. La wong kamu aja melawan penjajahan atas hatimu saja tidak mampu. Ditambah lagi membaca buku aja males-malesan, mengerjakan skripsi nunggu semester kronis alias hampir DO.
Kematiaan Jiraiya meninggalkan pesan yang dikhususkan pada Naruto untuk menyambung buku yang ditulis oleh Jiraiya selama perjalan hidupnya untuk menemukan tokoh atau sosok yang diramalkan oleh tetua Gunung Myobouku. Jiraiya salah satu legenda sannin konoha yang merupakan guru dari dua hokage yaitu Minato Namikaze (Hokage ke-4) dan Naruto Uzumaki (Hokage ke-7) yang juga anak dari Minato.
Pesan saya pada Tan Malaka dan Jiraiya “aku mengagumi gagasan-gagasan besar kalian yang revolusioner dan aku ingin menirunya dalam perjalanan hidupku. Tapi tidak untuk kisah cinta, perjalanan hati kalian”
Komentar
Posting Komentar