Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Bunga Perlawanan

Kasih, Aku lihat bunga - bunga perlawanan Tersiratkah dihatimu untuk menggapainya Bunga - bunga itu tidak dihendaki adanya Kasih, Jika kau berhasil menebar Kita akan bermesra dengan kaum tertindas Mereka adalah saudara kita Kasih, Kaum tertindas dipinggiran kota Mereka butuh bunga perlawanan dari kita Tebarkanlah bibit bunga - bunga itu Kasih, Bukankah kau tau Menggapai bunga itu, butuh perjuangan Maka siapkanlah jiwa ragamu Gapai bunga perlawanan itu denganku -MNH Kartasura, 31 Oktober 2018

Oh Bangsaku

Oh bangsaku Kita ini saudara kenapa saling cerca Sana menghina, sini mencela Oh bangsaku Sekarang semua gampang marah Dimana wajah yang ramah Oh bangsaku Banyak tumbuh bibit pembenci Kemana rasa saling mengasihi Oh bangsaku Bukankah kita rindu bersua kopi Tanpa saling mencaci Oh bangsaku Mari kita saling mencintai Persetan dengan omongan politisi Oh bangsaku Ibu pertiwi ingin menasihati Bahwa kita ini NKRI ~MNH Pati, 27 Oktober 2018

Stasiun ke Stasiun

Senja kulewati Tak seperti biasa Kali ini dari ibukota Tempat dimana banyak orang menujunya Senja kita berbeda Aku melewati dengan ular besi Tak puas menikmati Sedangkan kau, Tak disampingku Kau menikmati di lain tempat Mungkin lain kali Kita bisa menikmati senja Sembari menyeduh kopi dan berbagi rasa Stasiun ke stasiun Mulai merangkai kata Bercerita tentang rasa ~MNH Dalam Kereta, 22 Oktober 2018

Jangan Panggil Aku Bung

Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Karno Pemimpin besar revolusi Setiap langkahnya didedikasikan untuk negeri Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Hatta Waktu yang ia miliki dihabiskan untuk buku Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Tomo Pidatonya yang menggelegar Menambah kobaran semangat para pejuang Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Syahrir Seorang Sosialis sejati Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Pram Hidupnya dihabiskan merangkai kata Jangan panggil aku bung Aku tak seperti Bung Mahbub Sang Multi talenta Aku tak pantas dipanggil bung Seorang yang masih perlu proses panjang ~MNH Jakarta, 20 Oktober 2018

Pelosok Desa

Melihat semua bahagia Mengucapkan, merayakan, merasakan Tanggal pertama menghirup udara alam semesta Mengucapkan selamat berbahagia Merayakan kebahagian tanpa tabir Merasakan perasaan tanpa kegundahan Tak ada yang melihatkan kesedihan Semua berekspresi kebahagiaan Tanpa terkecuali bermain intuisi hati Tak ada yang merasa tersakiti Pelosok memang ada cerita Semua cerita tentang cinta Esensinya semua berbahagia Semua itu ada di desa Melalui pengabdian Semua merasakan kebahagiaan ~MNH Temanggung, 26 Juli 2018

Sajak dari Rembang

Hari yang tak seperti biasa Awal tak disangka Seakan tak bisa diungkapkan dengan kata Berbicara dengan bahagia Izinkan diri ini beradu rasa Sungguh tak menyangka Bisa bertemu dengan Kiai mulia Gus Mus sapaan akrabnya Wejangannya sejukkan hati Semua merasa terayomi Tak pandang bulu Siapapun dikasihi, termasuk petani Terimakasih atas ridhomu Semoga perjuangan ini, juga tak pandang bulu Dari Leteh Rembang Kau tebarkan kasih sayang Salam Takdzim dari saya Gus, ~MNH Rembang, 12 Oktober 2018

Gerhana Fajar

Cerita tentang gerhana Ada yang mengatakan tanda bahaya Ada yang mengatakan indah eloknya Tidak denganku kasih, ini tentang cinta Kau tahu purnama itu ? Yaa ia berbicara tentang rindu Purnama yang menunggu Menunggu kasih yang ditunggu Dingin menerpa tubuh Menusuk kalbu yang terdalam Seperti saat gerhana berada dipuncaknya Purnama dengan sengaja menghilang Gerhana terlama tak pernah berdusta Ia datang kehendak Sang Kuasa Seperti rasa cinta misalnya Ia datang kehendak Sang Maha Cinta Satu hal kasih, Tentang gerhana dan rasa Tak pernah berdusta ~MNH Temanggung, 28 Juli 2018

Pergi untuk Kembali

Hal canggung pertama Waktu berlalu merajut rasa Rasa yang tak bisa diungkapkan kata Semua berbicara bahagia Suasana desa harmonis Anak-anak kecil bersenyum manis Tanpa tipu muslihat terlintas Dari zaman kuno sampai zaman now Semua yang berawal akan berakhir Akhir bukan berarti berhenti Awal yang berakhir untuk awal tiada henti Berat memang meninggalkan kebahagiaan Merajut kisah kasih lewat pengabdian Bersua bercanda tawa Bersama anak-anak kecil desa Desa tak kehabisan cerita Cerita kisah kasih pertemuan Pertemuan tentang rasa Rasa bahagia dan cinta ~MNH Temanggung, 4 Agustus 2018

Aroma Kemerdekaan

Kopi kuseduh tanpa canggung Aroma khas Temanggung Bukan perasaan yang semakin bingung Memang benar, Aroma ini masih sama kala itu Ketika kau menyeduhkannya untukku Aroma kesendirian atau aroma kemerdekaan ? Semua itu memang benar adanya Masihkah kau butuh perumpaan Bahwa aku tidak merdeka ? Tidak merdeka atas perasaan Perasaan kesendirian Bagiku itu harus di hadapi Tidak, aku harus merdeka !!! Bahwa semua orang yang berkehendak Atas kemerdekaan untuk umum Ia harus merelakan kemerdekaan Atas dirinya sendiri Bagiku kemerdekaan untuk umum Ialah kemerdekaan untuk diriku sendiri Aroma kemerdekaan hati ~MNH Kartasura, 17 Agustus 2018